http://

selamat datang , semoga bisa membantu untuk kemaslahatan umat

Senin, 17 November 2014

GAPURO TONGKAT
Membuat pionering gapura tenda dengan menggunakan 23 tongkat pramuka. Yup, kali ini Blog  mencoba mendesain sebuah gapura tenda dengan memanfaatkan tongkat pramuka standar pramuka sebanyak 23 tongkat. Dengan bantuan tali temali, tongkat-tongkat tersebut dirangkai menjadi sebuah gapura tenda yang siap digunakan di perkemahan.
Untuk lebih mempermanis penampilan gapura, di sisi kanan dan kiri gapura ditambahkan rangkaian tongkat yang membentuk sepasang kipas dengan menggunakan 14 tongkat. Sehingga total tongkat pramuka yang dibutuhkan untuk membuat gapura dan aksesorisnya mencapai 37 tongkat.
Kesemua tongkat tersebut sengaja menggunakan tongkat ukuran standar dengan satu ukuran. jadi semua tongkat memiliki panjang yang sama yaitu 160 cm, tanpa ada yang dipotong ataupun menggunakan tongkat bantuan yang berukuran berbeda.
Penampilan gapura tenda dengan 23 tongkat standar pramuka tersebut adalah sebagai berikut:
Gapura tenda pramuka dengan 23 tongkat
Bagian utama gapura tersebut adalah dua buah tiang gapura yang masing-masing merupakan persambungan dari tiga buah tongkat. Untuk menopang kedua tiang tersebut dipasang dua bilah yang masing-masing merupakan persambungan dari dua tongkat. Tongkat-tongkat lainnya di posisikan sebagaimana dalam gambar gapura di atas.
Untuk menyambung tongkat digunakan ikatan canggah seperti ketika menyambung tongkat untuk membuat tiang bendera. Sedangkan untuk menautkan tongkat yang saling berpalangan (90 derajat) digunakan ikatan palang. Terakhir untuk penguat tiang utama ditautkan tongkat miring 45 derajat dari tiang gapura ke bagian sisi gapura yang ditautkan dengan menggunakan ikatan silang.
Untuk mempelajari cara membuat ikatan palang, ikatan silang, dan ikatan canggah,
Bagian sisi kiri dan kanan gapura di antara dua tiang pembantu dirajut dengan tali pramuka dengan menggunakan simpul jangkar sebagaimana ketika membuat dragbar. .
Untuk merakit kipas yang nantinya diletakkan di samping kiri dan kanan gapura caranya adalah dengan memposisikan 7 tongkat yang mengembang di ujung atasnya (sudut sekitar 15 derajat) dan mengumpul di ujung satunya. Gunakan seutas tali untuk menautkan ketujuh tongkat tersebut dengan simpul pangkal atau simpul tangga pada masing-masing tongkat.
Nah, membuat gapura tenda dengan menggunakan tongkat pramuka sebanyak 23 batang selesai sudah. Untuk semakin menyemarakkan penampilan gapura, pada tiga tongkat di puncak gapura bisa dipasangkan Bendera Merah Putih dengan diapit Bendera Pandu Dunia (WOSM) dan Bendera Cikal (Bendera Gudep). Silakan untuk melakukan modifikasi sesuai dengan kreatifitasnnya masing-masing sehingga tampilan gapura akan semakin menarik namun mudah dan cepat saat pembuatannya.


Inilah Desa Pramuka Satu-satunya di Indonesia. Radar Malang/JPNN.com
Inilah Desa Pramuka Satu-satunya di Indonesia. Radar Malang/JPNN.c


MALANG - Upaya menjadikan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, sebagai Desa Pramuka tak lepas dari peran besar Bupati Malang Rendra Kresna. Seperti diketahui, Rendra Kresna baru saja meraih penghargaan Melati Gerakan Pramuka dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pekan lalu.
Bahkan, saat ini Lebakharjo menjadi satu-satunya Desa Pramuka di Indonesia. Mulai dari nama jalan di desa tetap berciri khas nama pramuka hingga aktivitas warga setempat juga mendukung aktivitas pramuka.
Kepala Desa Lebakharjo Wiyadi mengatakan, kawasan desa yang dipimpinnya cukup khas. Ini terlihat dari nama-nama jalan yang ada di desa tersebut, memakai nama-nama khas pramuka. Sebut saja, Jl Penggalang Ramu, Jl Siaga Bantu, Jl Saka Bahari, Jl Saka Wanabakti, hingga Jl Siaga Tata.
”Bahkan, di desa kami juga ada rumah singgah Presiden Suharto, yang sering disebut rumah presiden oleh warga masyarakat. Karena rumah tersebut dijadikan tempat singgah Presiden Suharto pada saat ada perkemahan Asia Pasific pada 1978 silam,” jelas Wiyadi seperti yang dilansir Radar Malang (Grup JPNN.com), Jumat (22/8).
Selain itu, kata Wiyadi, Lebakharjo juga pernah meraih juara II lomba lingkungan hidup tingkat dunia, pada 1988. Setelah itu, Lebakharjo juga dipercaya kembali menjadi tuan rumah perkemahan tingkat dunia yang diikuti 38 negara. Yakni, perkemahan Wira Karya (Comdeca) pada 1993. ”Alasan dua kali menjadi tempat perkemahan tingkat dunia, karena kala itu Lebakharjo menjadi satu-satunya kawasan perkemahan tingkat dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Dan, sekarang menjadi satu-satunya desa pramuka di Indonesia,” papar dia.
Sumber daya alam yang dimiliki Desa Lebakharjo sangat potensial dan melimpah. Desa ini dikelilingi pegunungan dan tebing, aliran sungai yang jernih, serta hamparan sawah dan pantai. Tak hanya itu, masyarakat desanya yang ramah menjadi faktor pendukung, Lebakharjo sebagai Desa Pramuka. ”Setiap ada kegiatan pramuka maupun perkemahan, masyarakat selalu ikut mendukung suksesnya kegiatan perkemahan tersebut,” ujarnya.
Masyarakat desa, lanjut dia, dari dahulu sudah ikut kegiatan pramuka. Bahkan, sejak sebelum dilaksanakannya perkemahan Asia Pasific. Regenerasi tetap berjalan hingga sekarang, mulai dari tingkat pendidikan. Tanpa disadari, masyarakat yang dahulu ikut pramuka telah mengamalkan Dasa Dharma dan Trisatya Pramuka.
”Kami menunggu dibuatnya keputusan resmi dari kwartir nasional yang menjelaskan secara resmi Desa Lebakharjo sebagai Desa Pramuka,” jelas Wiyadi. Sebab, selama ini belum ada keputusan tentang hal itu serta dibuatnya, tempat perkemahan yang permanen, karena tempat kemah masih berada di perkebunan.
”Jika dibanding dengan Bumi Perkemahan Cibubur, sebenarnya masih mempunyai sejarah perkemahan Lebakharjo. Tetapi dari sarana dan prasana yang memadai untuk perkemahan, masih maju di Cibubur,” terang Wiyadi. Dilihat dari sejarah, Lebakharjo cukup berpotensi menjadi Desa Pramuka.

Selasa, 04 November 2014

Pramuka muslimah Inggris kenakan seragam baru

Pramuka muslimah Inggris kenakan seragam baru
Seorang anggota pramuka muslimah Inggris, Mirriam Kaissi, sedang memperlihatkan seragam baru (www.thedailymail.co.uk)


 Organisasi pramuka Inggris telah memperkenalkan seragam baru khusus muslimah. Tujuannya adalah untuk menarik minat dan merekrut anggota baru dari kalangan muslim.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (30/3), seragam baru itu terdiri dari sebuah jaket berpenutup kepala (hoodie) dan kaus lengan panjang hingga lutut dengan penutup kepala (kerudung) berwarna oranye, serta menampilkan simbol dari cabang kegiatan yang digeluti. Baju itu tetap menampilkan semangat petualangan dari pramuka.
Tadinya, seragam untuk anggota pramuka perempuan hanya berupa kaus lengan pendek warna oranye dan tanpa penutup kepala.
Seragam itu dibuat oleh seorang desainer Inggris keturunan Palestina, Sarah Elany, yang menginginkan agar baju baru itu tidak terlalu memperlihatkan pemakainya adalah seorang muslim.
"Beberapa anggota remaja perempuan bilang kepada saya baju seperti apa yang ingin mereka pakai dan mencoba tidak membuat kontroversi. Mereka juga merasa lebih nyaman dengan seragam itu dan sambutan dari kalangan muslim dan non-muslim sangat positif," kata Sarah.
Organisasi pramuka Inggris berharap dengan seragam baru, mereka dapat mengembangkan organisasi dan menarik lebih banyak minat remaja wanita muslim untuk bergabung.
Menurut data ada 400 ribu anggota pramuka di Inggris saat ini, dan satu dari enam orang pramuka adalah perempuan.
Saat ini ada 2000 anggota pramuka muslim di Inggris. Pemimpin organisasi itu mengatakan sangat ingin untuk menarik minat pemuda-pemudi muslim untuk bergabung.
"Pramuka memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada semua orang, tidak peduli apapun agamanya, etnis, atau keyakinan. Saya sangat bangga karena kami menawarkan lingkungan baru bagi semua pihak dengan berbagai latar belakang," ujar Ketua Pramuka Inggris, Bear Grylls.

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi
      Pada tahun awal 2009 silam saya pernah mengikuti acara pengajian ALmaghfurlah KH Idris Marzuki Lirboyo. Acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fattah Singosari, asuhan KH Ja’far Shadiq atau biasa disebut Gus Ja’far. Acara ini digelar oleh alumni dan masyarakat umum dalam rangka turba persiapan perayaan Harlah satu Abad lirboyo. Turut dalam acara ini Al-Mukarram KH Abdullah Kafabih Mahrus.
Dalam kesempatan itu, selain diisi dengan pemberian ijazah “Dala’ilul Khairat” oleh KH Idris, juga ada mau’idzah hasanah oleh beliau, kepada semua yang hadir. Dalam ceramahnya ini KH Idris menjelaskan tentang pentingnya pendidikan pesantren bagi generasi masa depan.
Disamping itu, Putra dari KH Marzuki Dahlan ini juga menerangkan tentang isi dari sebuah kitab kecil yang seingat saya dibawanya. Tapi waktu itu saya tidak tahu nama kitab tersebut karena pendengaran saya kurang teliti. Tapi yang jelas telinga saya mendengar bahwa kitab yang diterangkan ini ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi.
Dalam kitab itu seingat saya KH Idris menjelaskan tentang klarifikasi Muhammad bin Abdul Wahab bahwa jika ada yang mengatakan bahwa dirinya telah membid’ahkan tawassul maka itu adala kebohongan yang besar. KH Idris membacakan kitab kalimat “Buhtanun Adhim” dalam kitab itu.
Saat ini, setelah Al-Mukarrom KH Idris telah berpulang tahulah saya nama kitab itu. Dalam sebuah buku yang diterbitkan Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjudul “Tradisi Amaliah NU dan Dalil-dalilnya” disebutkan:
“Sesungguhnya Sulaiman bin Suhaim telah menyandarkan pendapat-pendapat yang tidak saya katakan, diantaranya adalah: saya mengkafirkan orang-orang yang bertawassul terhadap orang Shalih, dan saya katanya, mengkafirkan Syaikh Al-Bushairy, dan telah membakar Kitab Dalailul Khairat. Jawaban saya atas tuduhan di atas adalah, bawa itu merupakan kebohongan yang besar.”
Pendapat ini dikutip dari kitab Muhammad bin Abdul Wahab yang berjudul: “Al-Muwajjahah li Ahlil Qashim.”
Dalam buku terbitan PBNU itu juga dikutip tentang keterangan Muhammad bin Abdul Wahab saat ditanya tentang shalat Istisqa’. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menjawab tidak masalah dalam shalat istisqa’ diselingi tawasul kepada orang shalih. Pendapat ini dikutip dari kitab Rasail Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Subhanallah....